hmmm.. beneran terasa berat banget mau mulai menulis ttg ujian terberat dlm hidup ku di blog ini. krn setiap bercerita dan mengingat kembali janin kecil yang pada akhirnya ada di platik kaca untuk dikirim untuk pemeriksaan lab PA, kembali air mata ini mengalir dan periiiiiih sekali rasanya.semua orang bilang ini yang terbaik yang ditetapkan oleh Allah unuk aku, sang kepala suku, si kakak kiwil, si calon dedek kecil tak berdosa dan kelurga besar kami, tapi tetap sampai sekarang, sudah hampir seminggu kejadian ini berlalu setiap hari masih saja air mata mengalir baik di mata maupun d dalam hati.
seperti yang saya ceritakan terakhir di blog ini, hari kamis tgl 19 maret 2009 saya harus di opname krn mengalami kontraksi terus-menerus dan kesakitan yang lumayan mengganggu dan menyakitkan. setelah drip dan ijeksi diberikan, kontraksi dan sakit memang berkurang tapi bukan berarti hilang, krn setiap beberapa jam saya masih mengalami kesakitan yang cukup hebat namun cukup ditanggapi dengan kata-kata bijak dari pihak rumah sakit yang merawat ” gak apa-apa buk.. istirahat aja ya.. jangan kecapekan.” dalam hati dan melalui perkataan saya langsung merespon “kecapekan ?? saya itu dah ga punya kegiatan apa-apa lagi di rumah sakit ini selain tidur, nonton tv dan update facebook pake hp. masa masih bisa kecapekan juga sih? ” tapi apa daya, sang bidan cuman tersenyum miris dan melangkah ke luar kamar. hasilnya, setelah 3 hari dirawat dengan biaya yang sama dengan menginap di hotel berbintang 3 selama 3 hari, saya masih tetap merasakan kesakitan setiap beberapa jam. dan sang kepala suku ngomel2 untuk memaksa saya bed rest total walaupun sudah di rumah.
pada hari minggu siang, sejak jam 2 sampai lepas magrib, kembali rasa sakit hebat melanda. tapi saya cuman berfikir, “oo..mungkin krn td saya agak sering turun dari kasur utk ke kamar mandi dan nemenin tamu yang ngebezuk ke rumah”. mau dibawa ke rumah sakit pun ga ada dokter kandungan yang rela praktek di hari minggu seperti ini. akhirnya saya putuskan untuk akan segera ke rumah sakit bila kembali sakit keesokan harinya.
ternyata eh ternyata… hari senin siang di saat jam makan siang, saya mengalami perdarahan segar. walaupun tidak banyak, tapi sudah membuat ketar-ketir karena berarti ada apa-apa yang serius dengan si dedek di dalam. akhirnya saya mendatangi rumah sakit ibu dan anak yang berbeda dengan tempat terakhir yang saya datangi karena saya ingin mendapatkan 3rd opinion dr seorang dokter wanita (krn 2 dokter sebelumnya laki2 smua, yang satu pelit ngomong, yang satu pas ngomong langsung bikin kabar buruk). ternyata setelah di periksa oleh sang ibu dokter yang cantik itu,saya melihat dengan mata kepala sendiri klo dedek memang sudah tidak bergerak lagi di dalam perut, jantungnya tidak ditemukan adanya denyutan, tali pusatnya pun tidak berdenyut. akhirnya sang dokter menegakkan diagnosa “KEMATIAN MUDIGAH 13 MINGGU DENGAN IUD INTRA UTERI” dengan terapi tindakan KURETAGE dengan pemasangan laminaria selama 12 jam krn OUE belum terbuka.
jujur waktu si dokter menyatakan diagnosa itu dan sampai proses pembuatan jadwal kuret, registrasi kamar dan pemeriksaan lab darah dilakukan pada malam itu, saya sama sekali bingung dengan perasaan saya sendiri. saya hampa. ga sedih, ga nangis, malah bisa meyakinkan suami dan sepupu yang kebetulan menemani bahwa saya tidak apa-apa. saya baik2 saja. saya masih bisa tersenyum, masih bisa bercanda dengan ponakan.
tapi sejak malam itu, setiap hari hati dan mata saya menangis bila teringat dengan plastik yang berisikan jasad dedek yang belum berbentuk itu. conthnya tadi siang, sepulang acara 7 bulanan kakak ipar, sampai di rumah waktu membuka lemari, gak sengaja saya melihat hasil USG dedek waktu dinyatakan sehat-sehat saja. sediiihhh… knp rasanya seperti kemalingan ya?
saya tau ini yang terbaik untuk si dedek dan saya, tapi entahlah.. ga tau gimana cara mendiskripsikan yang tepat dr perasaan yang menghinggapi saya belakangan ini. bukannya saya menghiperbolakan situasi atau apa, tp memang itu lah apa adanya.
dedek.. maafin mama ya nak… bener-bener mama minta maaf…
any coment?